Daftar Isi

Showing posts with label Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Inspiratif. Show all posts

Wednesday, November 9, 2011

Kisah Mohammed Salim , Pemain SepakBola Tanpa Sepatu



Celtic adalah klub sepakbola Eropa pertama yang memiliki pemain India, dan lebih jauh lagi, bermain dengan kaki telanjang.

Kisah luar biasa dari Mohammed Salim ini, yang berasal dari Kalkuta, mengisahkan bagaimana dia datang dan bermain untuk Celti pada 1936-1937.

Boris Majumdar, editor kepala dari Journal of the History of Sport mengatakan:” Ini menunjukkan bahwa di jaman Kerajaan, Celtic telah meruntuhkan halangan, dan bagaimana pemain India ini telah membuat takjub separuh kota Glasgow.”

Salim terlahir di Kalkuta pada 1904, saat masih dikuasai oleh kolonial Inggris. Menurut majumdar:”Saat itu, pada waktu kaum nasionalis India berjuang untuk kemerdekaan dari kolonialisme Inggris, banyak warga India yang berfokus pada sepakbola untuk melawan ejekan Inggris bahwa orang India tidak cukup bernyali untuk memerintah diri sendiri. Orang-orang India bermain dengan kaki telanjang dan meskipun demikian, mereka bisa mengalahkan pemain-pemain Inggris yang memakai sepatu yang mana membuktikan bahwa orang India tidak lebih inferior dari orang Inggris.”

Pada pertengahan tahun ‘30an, Salim, yang bermain sebagai winger, adalah pemain penting untuk klub dari Kalkuta, Mohammedan Sporting Club. Salim membantu mereka memenangkan 5 titel berturut-turut dari liga Kalkuta.

Setelah memenangi liga pada 1936, Salim diundang untuk memainkan 2 pertandingan persahabatan melawan tim Olimpiade China. Seorang sepupunya yang bernama Hasheem yang tinggal di Inggris, yang saat itu sedang berada di Kalkuta, menyaksikan pertandingan pertama. Melihat kemampuan luar biasa dari Salim, Hasheem meyakinkan Salim untuk mencoba bermain di Eropa.

Pada akhirnya Salim memilih untuk mengikuti Hasheem berlayar ke Inggris alih-alih bermain di laga kedua melawan tim China, dan setelah beberapa hari di London, Hasheem membawa Salim ke kota Glasgow, Skotlandia, dan Celtic Park (kandang dari Celtic FC)

Salim terkejut bahwa semua pemain Celtic adalah pemain profesional.
Meskipun demikian, saat ditanya apakah dirinya mampu bersaing dengan mereka, Salim menganggukkan kepala setuju, dan kepercayaandiri dari Salim menyemangati Hasheem untuk berbicara dengan Willie Maley, manager/pelatih dari Celtic.

Hasheem memberitahunya:” Seorang pemain dari India telah datang lewat kapal, Mohon maukah anda untuk mengetes kemampuannya? Tapi ada satu masalah kecil, Salim bermain dengan kaki telanjang.”

Maley tertawa, ide bahwa pemain amatir India bertelanjang kaki bersaing dengan profesional dari Skotlandia amat sulit dipercayai. Tapi Hasheem bersikeras dan sang pelatih pun setuju untuk mentest Salim. Salim diminta mendemonstrasikan skillnya didepan 1000 orang anggota klub dan 3 pelatih.

Skill dari Salim, meskipun bertelanjang kaki, membuat mereka terkesima dan mereka memutuskan akan memainkannya dalam pertandingan melawan Hamilton

Salim, dengan bertelanjang kaki, membuktikan diri dnegan membantu Celtic menang 5-1. Di laga keduanya melawan Galston, Celtic menang 7-1 dan skillnya membuatnya menjadi headline dari Scottish Daily Express, dengan judul: Indian Juggler – New Style.”

Surat kabar itu menulis:”Sepuluh jari kaki dari Salim, seorang pemain celtic FC dari India, telah menghipnotis penonton di Parkhead tadi malam. Dia menyeimbangkan bola dengan jempol kakinya, meluncurkannya ke jari kelingking, memutarnya, dan dengan satu kaki meloncat melewati bek lawan.”

Sayangnya, setelah beberapa bulan di Skotlandia, Salim mulai rindu rumah dan sangat ingin kembali ke India.

Majumdar diberitahu oleh putra dari Salim, Rashid yang tinggal di Kalkuta:” Celtic mencoba membujuk ayah untuk tetap tinggal dengan membuat sebuah pertandingan amal atas penghormatan kepada Salim, dan berjanji memberikan 5 persen dari pemasukkan acara itu. Ayah tidak tahu berapa nilai dari 5 persen itu dan mengatakan bahwa dia akan memberikan bagiannya kepada anak-anak yatim yang diundang sebagai tamu dalam pertandingan amal itu. 5 persen itu bernilai sekitar £1,800 (saat itu jumlah tersebut sangat besar), Salim terkejut, tapi Salim tetap pada pendiriannya.”

Bertahun-tahun kemudian, Rashid menulis ke Celtic menyatakan bahwa ayahnya sedang sakit dan dia membutuhkan uang untuk pengobatan ayahnya.

Rashid berkata:” Saya tidak ada maksud untuk meminta uang. Saya hanya ingin mengetest apakah Mohammed Salim masih hidup dalam ingatan mereka. Dalam keterkejutan saya, saya menerima surat dari klub. Di dalamnya terdapat cek senilai £100. Saya senang, bukan karena menerima uang, tapi karena ayah saya masih berada dalam kebanggaan dari Celtic. Saya bahkan tidak menguangkan cek itu dan akan menyimpannya sampai saya mati.”

Majumdar mengatakan bahwa Rashid meniympan cek tersebut dan seragam hoops sebagai ingatan akan ayahnya di Parkhead.
READ MORE - Kisah Mohammed Salim , Pemain SepakBola Tanpa Sepatu

Tuesday, November 8, 2011

Kisah Mengharukan , Saya Rela Jadi Tongkat Ibu Sepanjang Hidupku

"Hawa udara di Changchun, Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi…"


Li Yuanyuan


Menurut laporan “City Evening Post”, di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah.

Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.

Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.

Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.

Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.

Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.
READ MORE - Kisah Mengharukan , Saya Rela Jadi Tongkat Ibu Sepanjang Hidupku